Berbagai merek ponsel dari vendor vinlandia, Jerman, Jepang, China, Korea, Amerika Serikat kini banyak beredar di pasaran Indonesia. Diantaranya adalah Nokia, Siemens, Motorola, Sony Ericsson, Samsung, Philips, LG dan masih banyak lagi yang lainya.
Semua vendor tersebut berlomba-lomba ingin menampilkan yang tercanggih demi menggaet para mobile profesional, karena mereka adalah pemakai pertama teknologi seluler yang membutuhkan fasilitas canggih agar selalu dapat menunjang kebutuhan akan komunikasi sekaligus memperoleh informasi terkini.
Dari dasar itulah terbuka lapangan pekerjaan baru yang menjanjikan akan keberadaan teknisi ponsel handal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi ponsel yang sangat pesat.
Untuk menjadi teknisi ponsel yagn pertama-tama, anda lebih tahu terlebih dahulu mengenai mana bagian eksternal dari ponsel. Seperti Casing, antena, keypad, layar, baterai, dan carger. Setelah itu barulah anda mengenal bagian internal daripada ponsel, serta harus memahmi pengertian Hardware dan Software pada ponsel. Setelah itu anda mengetahui basic dari komponen electronika perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) pada ponsel, maka anda dapat lebih banyak mengetahui tentang bagaimana cara ponsel itu bekerja secara teknis sekaligus dapat memperbaikinya.
Pengertian Hardware dan Software Ponsel
Semua vendor tersebut berlomba-lomba ingin menampilkan yang tercanggih demi menggaet para mobile profesional, karena mereka adalah pemakai pertama teknologi seluler yang membutuhkan fasilitas canggih agar selalu dapat menunjang kebutuhan akan komunikasi sekaligus memperoleh informasi terkini.
Dari dasar itulah terbuka lapangan pekerjaan baru yang menjanjikan akan keberadaan teknisi ponsel handal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi ponsel yang sangat pesat.
Untuk menjadi teknisi ponsel yagn pertama-tama, anda lebih tahu terlebih dahulu mengenai mana bagian eksternal dari ponsel. Seperti Casing, antena, keypad, layar, baterai, dan carger. Setelah itu barulah anda mengenal bagian internal daripada ponsel, serta harus memahmi pengertian Hardware dan Software pada ponsel. Setelah itu anda mengetahui basic dari komponen electronika perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) pada ponsel, maka anda dapat lebih banyak mengetahui tentang bagaimana cara ponsel itu bekerja secara teknis sekaligus dapat memperbaikinya.
Pengertian Hardware dan Software Ponsel
- Hardware atau perangkat keras adalah komponen yang dapat dilihat dan dipegang. Cara kerjanya Hardware pada ponsel sangat tergantung pada Software karena semua perintah yang dijalankan berasal dari software tersebut.
- Software atau perangkat lunak pada hakikatnya adalah sesuatu yang dapat dilihat tetapi tidak dapat dipegang dan diraba, kita bisa mengenal dengan istilah data program. Cara kerjanya Software pada ponsel bergantung juga dengan hardware tetapi lebih sepesifiknya membutuhkan seorang ahli dalam pemrograman.
Langkah selanjutnya anda harus mengetahui hubungan hardware dengan software, yang didalamnya terdapat Input dan Output, yaitu bagian dari hardware dan software yang tidak mungkin dapat dipisahkan, dimana saling terkait, yang bekerja secara simultan. Bagianya ada di dalam ponsel, untuk memberikan perintah kepada ponsel agar berfungsi dengan baik. Bilamana informasi data input sudah tidak benar maka Output tidak akan memberikan perintah dengan benar kepada seluruh komponen hardware dengan software.
Cara Kerjanya: Input data dilakukan seperti memberikan perintah upgrade, dan kemudian masing-masing komponen software maupun hardware mengolah atau diproses yang selanjutnya mengeluarkan perintah.
- Alat-alat yang dibutuhkan untuk Hardwar
Obeng set merupakan modal dasar seorang tehnisi, pada obeng set ini biasanya digunakan type T6, T5, T4 dan obeng kembang untuk membuka screw (mur/baut) pada berbagai merek ponsel. Pilihlah obeng set yang bermata baja agat tidak mudah aus atau rusak ketika dipergunakan dan untuk memcegah juga kerusakan pada screw (mur/baut) itu sendiri. (gambar menyusul)
b. Pinset
Pinset digunakan untuk menjepit komponen sewaktu pengangkatan dan pemasangan komponen-komponen pada ponsel, baik itu internal pada PCB, maupun komponen external PCB. Terkadang juga digunakan untuk mencongkel atau mendongkrak casing ponsel tapi hal ini tidak dianjurkan karena akan merusak ujung mata pinset (bengkok/patah) dan juga dapat mengakibatkan tergoresnya cassing pada ponsel.
Pinset terbagi dua, pinset lurus dan pinset bengkok. Walaupun fungsinya sama tapi untuk pinset bengkok biasanya digunakan untuk pengangkatan komponen-komponen yang sulit dilepas karena mempunyai daya jepit yang bagus dibandingkan pinset lurus.
C. Tool Kits/opening Tool
Tool Kits digunakan untuk membantu membuka atau mencongkel Cassing ponsel, terutama casing-cassing ponsel yang mempunyai sistim knok flip (agak sulit dibuka dengan tangan).
D. Tool Kits/tang pembuka
Tang ini digunakan untuk membantu teknisi membuka atau mencongkel casing pada ponsel terutama pada type ponsel Siemens, yang biasanya casing type ini tidak menggunakan baut dan melekat sangat kuat.
E. Tang Potong
Tang potong digunakan untuk keperluan memotong benda keras seperti baut yang kepanjangan , plat penutup komponen dan bisa juga digunakan untuk membuka baut yang aus atau korosi.
F. Kawat Isolasi/
Kawat isolasi digunakan untuk menjamper atau menyambung jalur yang putus baik pada komponen external seperti IC. kawat ini dilapisi oleh isolasi sehingga aman digunakan dan tidak mengakibatkan panas.
G. Timah
Digunakan untuk merekatkan atau menghubungkan komponen-komponen baik pada pcb MAUPUN DI LUAR PCB. Timah yang dipergunakan Timah yang biasa digunakan untuk perbuatan ponsel mempunyai diameter yang lebih kesil, yaitu 0,5 mm.
H. Timah cair/pasta
Timah cair digunakan untuk membuat bola-bola timah pada IC BGA yang biasa disebut cetak kaki ic.
I. Penjepit PCB (Print Circuit Board)
Penjepit PCB digunakan untuk menjepit PCB ponsel agar tidak bergeser sewaktu proses perbaikan.
J. Siongka cair
Siongka cair digunakan untuk memanaskan, memngangkat, dan memasang komponen pada PCB . Penggunaan siongka cair ini akan mempercepat cairnya timah dan meredam panas sewaktu pemanasan komponen.
K. Sikat pembersih
Sikat pembersih digunakan untuk membersihkan kotoran atau karat yang menempel pada PCB ponsel. Biasanya menggunakan cairan IPA atau Thiner dalam proses pembersihan pada PCB ponsel.
L. Kaca Pembesar + Lampu
Kaca pembesar digunakan untuk memperbesar obyek sehingga dapat terlihat lebih besar dan jelas, sedangkan lampunya digunakan sebagai penerang.
M. Multitester.
Multitester digunakan sebagai alat ukur yang dapat mengukur tahanan resistansi, tegangan dan kuat arus. Multitester disebut juga avo meter. Fungsi lain dari multiterser yaitu dapat digunakan untuk mengetahui kondisi komponen telah rusak atau tidak, memeriksa jalur PCB terputus atau tidakl, mengetahui kutup positif dan negatif pada komponen seperti pada elco dan diode, serta dapat digunakan untuk membaca kaki resistor dan komponen lain pada ponsel.
Multitester biasa digunakan untuk sefis ponsel yaitu jenis manual dan digital, untuk yang digital biasanya dipakai untuk pengukuran yang mikro dan mendetail.
N. Box Pencuci
Box pencuci digunakan untuk mencuci PCB ponsel dari air atau karat pada bagian bawah komponen..
O. Cairan IPA dan Thiner
Cairan ini digunakan untuk memcuci dan membersihkan PCB ponsel dari kotoran dan karat.
P. Solder
Solder digunakan sebagai alat mematri kaki komponen pada PCB atau pada sasis.
Untuk keperluan elektronika terutama pada ponsel sebaiknya digunakan solder listrik yang dayanya 20 - 30 watt atau paling besar 40 watt agar tidak terlalu panas sebab beberapa komponen aktif seperti diode dan transisitor tidak tahan panas.
Q. rework Station/Solder uap/hot air
Karena komponen ponsel sangat kesil, dibutuhkan solder uap sebagai alat pengangkat, pemasang dan pemanas komponen yang ada pada ponsel guna memperbaiki unsolder (prosese pemanasan komponen agar kaki-kakinya melekat dengan kuat kembali ke PCB) pada komponen-komponen mini tersebut. Bersambung..............